Keimanan : Hal-hal yang Memperkuat Keimanan dan Hal-hal yang Melemahkan Iman
"Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat datang di blog kami, ruang kecil kami untuk berbagi ilmu, cerita, dan semangat. dengan sedikit ilmu ini semoga bisa menjadi lentera yang menerangi langkah pembaca sekalian. Mari kita buka lembaran baru dengan tema yang insya Allah penuh manfaat dengan judul Keimanan dan hal-hal yang memperkuat keimanan dan hal-hal yang bisa meruntuhkanya"
A. Pengertian Keimanan
Keimanan (الإيمان) dalam Islam adalah meyakini dengan hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan terhadap 6 Rukun Iman:
Iman kepada Allah
Iman kepada Malaikat
Iman kepada Kitab Suci
Iman kepada Rasul
Iman kepada Hari Kiamat
Iman kepada Qada dan Qadar
Dalil :
➤ QS. Al Baqarah ayat 177
لَيْسَ الْبِرَّ اَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْاۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْاۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ ١٧٧laisal-birra an tuwallû wujûhakum qibalal-masyriqi wal-maghribi wa lâkinnal-birra man âmana billâhi wal-yaumil-âkhiri wal-malâ'ikati wal-kitâbi wan-nabiyyîn, wa âtal-mâla ‘alâ ḫubbihî dzawil-qurbâ wal-yatâmâ wal-masâkîna wabnas-sabîli was-sâ'ilîna wa fir-riqâb, wa aqâmash-shalâta wa âtaz-zakâh, wal-mûfûna bi‘ahdihim idzâ ‘âhadû, wash-shâbirîna fil-ba'sâ'i wadl-dlarrâ'i wa ḫînal-ba's, ulâ'ikalladzîna shadaqû, wa ulâ'ika humul-muttaqûnKebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
➤ QS. Al Baqarah Ayat 285
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ ٢٨٥âmanar-rasûlu bimâ unzila ilaihi mir rabbihî wal-mu'minûn, kullun âmana billâhi wa malâ'ikatihî wa kutubihî wa rusulih, lâ nufarriqu baina aḫadim mir rusulih, wa qâlû sami‘nâ wa atha‘nâ ghufrânaka rabbanâ wa ilaikal-mashîrRasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Mereka juga berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.”
B. Hal-Hal yang Memperkuat Iman
Membaca dan Memahami Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah petunjuk untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. (QS. Al-Baqarah: 2).
Mempelajari Sirah Nabawiyah, Sejarah Para Sahabatnya, serta Orang Sholih terdahulu
Meneladani kehidupan Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat.
Bersahabat dengan Orang Shalih
Lingkungan baik mendorong amal ibadah (Hadits: "Seseorang tergantung agama temannya").
Memperbanyak Ibadah, Shalat, Dzikir, Amal Shalih dan Doa
Dzikir mengingatkan hati kepada Allah (QS. Ar-Ra’d: 28).
Refleksi Diri (Muhasabah)
Evaluasi diri setiap hari agar tidak terjebak kemaksiatan. Hisablah diri kita sebelum dihisab oleh Allah Swt. di Akhirat
C. Hal-Hal yang Melemahkan/Runtuhkan Iman
Berani Melakukan Maksiat dan Dosa
Dosa mengeraskan hati (QS. Al-Muthaffifin: 14).
Lalai dari Beribadah kepada Allah
Meninggalkan shalat, jarang berdoa, dsb.
Bergaul dengan Orang yang Buruk Akhlak
Pengaruh negatif teman bisa menjerumuskan seseorang kedalam dosa dan maksiat, yang mengakibatkan hati menjadi kotor. Contohnya : mencuri barang/pulpen milik temannya, Membuli, memalak, dan menghina guru serta orang tua.
Terlalu Cinta Dunia
Materialisme membuat lupa akhirat (QS. At-Takatsur: 1). Haus validasi merupakan penyakit masyarakat akhir zaman.
Sikap Skeptis dan Ragu
Meragukan ajaran Islam atau takdir Allah.
D. Anjuran untuk Menjadi Orang Beriman
Perbanyak Ilmu Agama (Baik di lingkungan Sekolah maupun di rumah)
"Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah).
Istiqamah dalam Ibadah
Amal kecil tapi konsisten lebih baik, daripada amalan besar setelah itu tidak melakukan lagi (QS. Fussilat: 33).
Berakhlak Mulia
Nabi ﷺ diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia (HR. Ahmad).
Bersabar dan Bertawakal
Ujian adalah tanda cinta Allah (QS. Al-Baqarah: 155-156).
Dakwah dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Mengajak kebaikan mencegah kemungkaran (QS. Ali Imran: 104).
E. Kesimpulan
Keimanan bukan hanya pengakuan, tapi keyakinan yang dibuktikan dengan amal shalih. Iman bisa naik-turun, maka muslim harus aktif memperkuatnya dengan ilmu, ibadah, dan lingkungan positif, serta menjauhi penyebab lemahnya iman.
Penutup:
"Ya Allah, tetapkanlah hati kami di atas iman dan jadikan kami hamba-Mu yang bertakwa."
Referensi:
Al-Qur’an dan Hadits
Kitab Aqidah Wasithiyyah (Ibnu Taimiyyah)
Riyadhus Shalihin (Imam Nawawi)

Komentar
Posting Komentar